(Source: earth-song, via deandodp)
(Source: earth-song, via deandodp)
Memulai untuk menulis, karena setiap kejadian sepertinya ’sabi’ , untung diabadikan sekaligus dikenang. Hal itu yang terjadi dengan diriku sekarang, terlalu banyak pikiran yang lama kelamaan, jadi komplikasi. Komplikasi tersebut tidak lain dan tidak bukan dari lingkup eksternal dan internal. Susah untuk menceritakan dari awal secara detil, yang hanya saya bisa tuliskan sekarang hanyalah ‘goresan’ hati atas semua masalah.
Tidak selamanya hidup terbebani oleh hati atau bisa dikatakan percintaan. Bimbang/gundah gulana/galau, itu semua bukan hanya kepada orang yang sedang mengejar cinta atau memuaskan perasaannya. Kejadian seperti itu bisa juga dialami oleh orang yang mempunyai hubungan khusus atau lebih dari sekedar teman dan sahabat.
Ah! jangan langsung masuk ke bagian hati, bahasan pertama saya ini mengenai banyaknya tugas yang sempat membebani saya dalam kuliah. Semeseter 3 ini, tugas yang menuntut waktu sangatlah banyak, toh jelas, jurnalis akan selalu berurusan dengan waktu. Itu juga kalau mau jadi jurnalis, siapa tahu nanti bisa jadi profesi yang lain.
Sebenarnya, saya tidak mempunyai ide untuk mendalami ilmu di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran yang terletak di Jatinangor, Sumedang, lebih lama. Hal tersebut terjadi, karena saya hanya mempunyai ilmu dasar sosial dan juga puji syukur kepada Tuhan YME bahwa saya tidak terlalu membebani orang tua saat memasuki perguruan tinggi ini, karena saya melalui ujian SNMPTN, ujian biasa yang biaya masuknya jauh lebih murah dari jalur khusus.
Hal tersebut terkadang membuat saya berpikir, saya sebenarnya sangat ingin masuk Fakultas Ekonomi, jurusan Akuntansi, Universitas Indonesia, cuma saya kenapa gagal untuk masuk? Bukan hanya mengenai prospek almamater mereka yang terbilang ‘dewa’, melainkan akuntansi UI itu sangatlah favorit, terkesannya mudah untuk mencari kerja. Lagipula, siapa sih yang tidak mau masuk jurusan favorit yang kapasitas satu jurusan tidak lebih dari 80 orang. Kebanggan tersendiri bagi saya, jika bisa memasuki jurusan tersebut.
Bukan hanya prestise dan ilmu pengetahuan ekonomi yang saya dapat, tentu saya tidak akan jauh dari orang tua dan juga bisa mudah untuk jalan-jalan karena Jakarta is a big city, meskipun traffic jam dimana-mana. Sejujurnya, saya juga lebih menyukai akuntansi dibanding dengan komunikasi.
Sudah tak bisa dipungkiri, bahwa saya sudah semester 3 dan sudah berjalan lebih dari 1 tahun hidup dan belajar di pedesaan yang ‘indah’ ini. Saya sekarang mempunyai aktifitas yang terbilang sibuk, karena harus bisa ‘mobile’ seperti tugas saya kelak, yaitu meliput berita. Selain ‘mobile’, saya juga harus mempunyai intelek yang tinggi untuk mendapatkan suatu informasi secara mendetail. Efek baik dari tugas itu, saya bisa mendapatkan kenalan dan bisa menjadi terkenal, tentu itu semua karena media. Media sangat kuat, siapa yang tidak bisa terkenal dengan adanya media ? Apalagi media kini sudah tidak semuanya berbentuk ‘kasar’, internet juga sudah digunakan kian hari, karena para pemimpin media mengikuti alur zaman dengan berpindah haluan untuk mennyebarkan informasi melalui sosial media.
Awal kecintaan saya terhadap media, itu semua karena twitter
…………
Rehat dulu deh.